Api Muncul dari Bawah Mesin, Mobil Pengangkut Sembako Hangus di Rantau Rasau
TANJAB TIMUR – Satu unit mobil Suzuki Carry Pick Up bernomor polisi BH 8765 MO hangus terbakar saat melintas di Desa Tri Mulya Blok B Bawah, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Minggu malam (17/5/2026).
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, seluruh kendaraan beserta sebagian muatan dilaporkan ludes terbakar.
Pengemudi kendaraan, Agus, mengatakan saat kejadian dirinya sedang dalam perjalanan dari Kota Jambi menuju Kecamatan Nipah Panjang dengan membawa muatan sembako berupa sekitar 1,5 ton beras, 15 galon minyak curah, serta satu galon oli bekas.
Menurut Agus, kendaraan yang dikemudikannya baru saja selesai menjalani servis besar di salah satu bengkel di Kota Jambi sebelum digunakan untuk perjalanan tersebut.
“Sebelum kejadian, mobil baru keluar dari bengkel setelah dilakukan servis besar. Saat melintas di Desa Tri Mulya, saya melihat api muncul dari bagian bawah mesin,” ujar Agus.
Menyadari adanya kobaran api, Agus segera menghentikan kendaraan dan berusaha menyelamatkan diri. Namun, api dengan cepat membesar hingga melalap seluruh bagian mobil.
“Saya langsung turun dari mobil. Api semakin membesar dan tidak bisa lagi dipadamkan,” katanya.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan untuk memberikan bantuan. Namun, besarnya kobaran api membuat kendaraan tidak dapat diselamatkan hingga akhirnya hangus terbakar.
Mendapat informasi dari masyarakat, Kapolsek Rantau Rasau bersama personel langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan Tempat Kejadian Perkara (TKP), memasang garis polisi (police line), serta melakukan pendataan dan penyelidikan lebih lanjut.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun berdasarkan keterangan awal pengemudi, api diduga berasal dari bagian bawah mesin kendaraan yang kemungkinan dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek pada instalasi kelistrikan mobil.
Sementara itu, nilai kerugian material akibat kejadian tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak berwenang.***
