Luruskan Informasi Medsos, Panitia Nafal Cup III Penapalan Beberkan Kronologi Insiden
![]() |
| Turnamen Nafal Cup III Desa Penapalan. |
TEBO – Ketua Panitia Turnamen Nafal Cup III Desa Penapalan, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Gusrianto, memberikan klarifikasi terkait insiden yang terjadi dalam pertandingan babak delapan besar, Rabu (26/8/2026).
Klarifikasi tersebut disampaikan Gusrianto saat dikonfirmasi Tim Jambinews.net terkait informasi dan kabar yang beredar di media sosial mengenai jalannya pertandingan yang mempertemukan BOS JN FC dengan Beringin FC/Pulau Pauh.
Gusrianto menjelaskan, Turnamen Nafal Cup III sejak awal digelar sebagai ajang silaturahmi masyarakat sekaligus untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, pertandingan sebelum insiden berlangsung dengan aman dan lancar.
“Untuk meluruskan dan mengklarifikasi apa yang tersebar di media sosial, itu tidak benar. Kami dari panitia perlu menyampaikan kronologi sebenarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman,” ujar Gusrianto saat dikonfirmasi Tim Jambinews.net
Ia menjelaskan, pada pertandingan pertama babak delapan besar, Garuda Sakti FC berhadapan dengan Asap Ilegal FC dan berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-0. Pertandingan tersebut berlangsung aman dan tidak terjadi persoalan berarti.
Selanjutnya, pertandingan mempertemukan BOS JN FC melawan Beringin FC/Pulau Pauh. Pada awal pertandingan, laga berjalan normal dengan skor masih 0-0. Namun, tensi pertandingan kemudian meningkat setelah terjadi pelanggaran dan komunikasi antarpemain.
Gusrianto menyebut, pada babak pertama wasit sudah mengeluarkan kartu merah kepada salah seorang pemain. Kemudian, sekitar 10 menit pertandingan berjalan, kembali terjadi pelanggaran keras yang melibatkan pemain Beringin FC/Pulau Pauh.
Wasit kemudian hendak memberikan kartu merah kepada pemain yang juga merupakan kapten kesebelasan Beringin FC/Pulau Pauh. Namun, keputusan tersebut tidak diterima sehingga terjadi gesekan antarpemain kedua kesebelasan.
“Setelah itu terjadi gesekan antara pemain. Kemudian ada salah seorang suporter yang belum diketahui masuk ke lapangan tanpa izin wasit maupun panitia,” jelasnya.
Melihat situasi tersebut, panitia bersama tim keamanan langsung bergerak cepat. Personel Polsek Tengah Ilir yang berada di lokasi juga turut membantu mengamankan lapangan sehingga situasi berhasil dikendalikan dan kembali kondusif.
Setelah situasi aman, panitia kemudian memanggil kedua manajer kesebelasan dan mempertemukan mereka dengan didampingi pihak keamanan. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mencari solusi agar pertandingan dapat kembali dilanjutkan.
Namun, kedua manajer menyatakan tidak bersedia melanjutkan pertandingan karena khawatir terjadi kembali gesekan. Pihak Beringin FC/Pulau Pauh kemudian meminta agar kedua kesebelasan didiskualifikasi.
Panitia selanjutnya berkoordinasi dengan Askab PSSI Kabupaten Tebo. Berdasarkan arahan dan ketentuan yang disampaikan, kedua kesebelasan akhirnya dikenakan sanksi diskualifikasi.
Ketua Panitia kemudian menghentikan pertandingan untuk sementara waktu hingga adanya keputusan lebih lanjut mengenai kelanjutan turnamen.
Gusrianto menegaskan, panitia sangat menyayangkan kejadian tersebut karena Nafal Cup III sejak awal bertujuan mempererat silaturahmi dan menjadi hiburan bagi masyarakat.
“Kami dari panitia sangat menyayangkan kejadian ini. Ini di luar dugaan kami. Harapan kami turnamen ini tetap menjadi ajang silaturahmi, bukan justru menimbulkan persoalan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau seluruh pemain, official dan suporter untuk tetap menjaga sportivitas serta tidak mudah terpancing emosi selama pertandingan.
Panitia berharap klarifikasi ini dapat meluruskan informasi yang beredar dan memberikan gambaran mengenai kronologi sebenarnya kepada masyarakat, sehingga persoalan tersebut tidak berkembang menjadi informasi yang keliru.***
