BREAKING NEWS

Dua Versi Keterangan Polisi Disorot Massa, Kasus Dua Alat Berat di Koto Rayo Dipertanyakan

Salah seorang peserta aksi Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Jambi menyampaikan aspirasi di depan Mapolres Merangin. 


MERANGIN - Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Jambi menggelar aksi demonstrasi pada Selasa (29/9/2026), dengan menyoroti persoalan dua unit alat berat yang sebelumnya diamankan di kawasan Koto Rayo, Dusun Bangko, Kabupaten Merangin.

Dalam aksi tersebut, massa mempertanyakan keberadaan dua alat berat yang dikaitkan dengan dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Massa juga menyoroti adanya perbedaan keterangan dari jajaran kepolisian mengenai temuan dan aktivitas alat berat tersebut.

Koordinator Umum Aksi, Zikrillah, mempertanyakan adanya dua versi klarifikasi dari pihak kepolisian di Kabupaten Merangin terkait keberadaan serta aktivitas kedua alat berat tersebut.

Menurutnya, perbedaan keterangan itu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Karena itu, pihak kepolisian dinilai perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi spekulasi.

Sementara itu, salah seorang peserta aksi, Arip Hidayatullah, menyoroti klarifikasi terakhir dari Kasat Reskrim Polres Merangin yang menyebutkan bahwa dua alat berat tersebut ditemukan di kebun warga dan tidak sedang melakukan aktivitas PETI.

Arip mempertanyakan asal-usul dan tujuan keberadaan kedua alat berat tersebut di lokasi.

“Kalau dua alat itu ditemukan di kebun warga dan tidak sedang melakukan aktivitas PETI, lalu alat itu dari mana, mau ke mana, dan untuk apa berada di lokasi tersebut?” ujar Arip dalam aksi tersebut.

Menurut Arip, penjelasan tersebut masih menyisakan sejumlah pertanyaan bagi publik. Ia meminta kepolisian menjelaskan secara transparan kronologi keberadaan dua alat berat itu, termasuk hasil pemeriksaan serta dasar kesimpulan bahwa keduanya tidak digunakan untuk aktivitas PETI.

Massa aksi juga membandingkan klarifikasi tersebut dengan keterangan sebelumnya dari Kapolsek Bangko. Menurut massa, dalam keterangan sebelumnya disebutkan adanya keterkaitan dua alat berat tersebut dengan aktivitas pertambangan tanpa izin.

Perbedaan keterangan itu kemudian menjadi salah satu poin utama yang disampaikan dalam aksi. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Jambi meminta aparat penegak hukum memberikan penjelasan yang konsisten, terbuka dan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

Selain itu, massa mendorong agar proses pemeriksaan terhadap dua alat berat tersebut dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Mereka juga meminta informasi mengenai status hukum, kepemilikan serta hasil pemeriksaan kedua alat berat tersebut dapat disampaikan secara jelas kepada masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan keterkaitan dua alat berat tersebut dengan aktivitas PETI masih menjadi persoalan yang dipertanyakan massa aksi. Status hukum dan hasil pemeriksaan resmi terhadap kedua alat berat tersebut tetap mengacu pada proses serta keterangan dari pihak berwenang.***

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar